Takeda menandatangani kesepakatan penemuan obat AI senilai US$600 juta dengan Insilico
Takeda telah menjalin kolaborasi strategis dengan Insilico Medicine yang berbasis di Hong Kong untuk menggunakan AI dalam penemuan obat tahap awal di seluruh bidang terapi perusahaan farmasi Jepang tersebut.
Sumber: artificialintelligence-news. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan AI dan transformasi digital. Takeda telah menjalin kolaborasi strategis dengan Insilico Medicine yang berbasis di Hong Kong untuk menggunakan AI dalam penemuan obat tahap awal di seluruh bidang terapi…
Takeda telah menjalin kolaborasi strategis dengan Insilico Medicine yang berbasis di Hong Kong untuk menggunakan AI dalam penemuan obat tahap awal di seluruh bidang terapi perusahaan farmasi Jepang tersebut.
Perusahaan-perusahaan tersebut tidak mengungkapkan bidang terapi atau target penyakit mana yang akan dicakup dalam kolaborasi ini. Perjanjian tersebut memberi Takeda akses ke platform Pharma. AI Insilico, yang mendukung identifikasi target biologis, desain molekuler, dan prediksi uji klinis.
Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan kolaborasi ini akan fokus pada identifikasi kandidat obat yang memenuhi kriteria ilmiah dan pengembangan awal yang telah ditentukan. Insilico akan memimpin pekerjaan penemuan berbasis AI, sementara Takeda akan bertanggung jawab untuk memajukan kandidat terpilih melalui pengembangan klinis.
Pendiri dan CEO Insilico Alex Zhavoronkov mengatakan hasil kesepakatan tersebut akan mendukung penelitian dan pengembangan tahap awal di bawah program kolaborasi. Zhavoronkov juga mengatakan jadwal tahap selanjutnya akan bergantung pada aktivitas pengembangan klinis Takeda dan kerja terkoordinasi dari kedua perusahaan.
Perjanjian Insilico ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan penemuan obat AI lainnya yang dilakukan Takeda pada awal tahun ini. Pada bulan Februari, Takeda menjalin kolaborasi multi-tahun dengan Iambic senilai lebih dari US$1, 7 miliar untuk menggunakan AI dalam merancang obat molekul kecil untuk kanker dan penyakit gastrointestinal.
Pada bulan Maret, Eli Lilly memperluas kolaborasinya dengan Insilico dalam kesepakatan penemuan obat bertenaga AI senilai hingga US$2, 75 miliar. Perjanjian tersebut memberi Lilly hak eksklusif di seluruh dunia untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengkomersialkan perawatan oral tertentu yang saat itu masih dalam pengembangan praklinis.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan AI dan transformasi digital dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.