Ukraina Mengatakan Intelijen Rusia Menggunakan Teks Dukungan Palsu untuk Mencuri Kredensial Pesan
thehackernews. com 28 Juni 2026 PT Shazfatech Digital Solution

Ukraina Mengatakan Intelijen Rusia Menggunakan Teks Dukungan Palsu untuk Mencuri Kredensial Pesan

Dinas Keamanan Ukraina (SSU) mengatakan, bersama dengan Biro Investigasi Federal AS (FBI), mengungkap kampanye jangka panjang yang diatur oleh badan intelijen Rusia untuk membobol akun pesan pejabat pemerintah, personel…

2 menit baca Tools Cyber Security 1 kali dibaca

Sumber: thehackernews. com

Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan alat dan strategi keamanan siber. Dinas Keamanan Ukraina (SSU) mengatakan, bersama dengan Biro Investigasi Federal AS (FBI), mengungkap kampanye jangka panjang yang diatur oleh badan intelijen Rusia untuk membobol…

Dinas Keamanan Ukraina (SSU) mengatakan, bersama dengan Biro Investigasi Federal AS (FBI), mengungkap kampanye jangka panjang yang diatur oleh badan intelijen Rusia untuk membobol akun pesan pejabat pemerintah, personel militer, politisi, dan aktivis di Ukraina, Eropa, dan AS.

Untuk melakukan operasi tersebut, penyerang mengirimkan pesan SMS yang menyamar sebagai bot dukungan platform perpesanan dan mendesak pengguna untuk mengungkapkan kredensial akun mereka.

SSU mencatat, serangan ini tidak hanya mencakup organisasi, pejabat, atau tokoh masyarakat, tetapi juga akun pribadi milik warga negara Ukraina. Mereka tidak mengaitkan kampanye tersebut dengan kelompok peretas tertentu.

Untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh ancaman tersebut, disarankan untuk meninjau secara berkala sesi aplikasi perpesanan yang aktif dan keluar dari koneksi yang tidak dikenal, mengaktifkan otentikasi dua faktor, menahan diri untuk tidak memindai kode QR yang diterima dari pengguna yang tidak dikenal, tidak mengungkapkan kode konfirmasi, kode PIN, kata sandi, dan kunci pemulihan akun, dan mengklik tautan yang mencurigakan atau membuka file dari obrolan yang tidak dikenal atau meragukan.

Perkembangan ini terjadi ketika FBI mengaitkan pelaku ancaman siber Badan Intelijen Rusia (RIS) dengan kampanye phishing aplikasi pesan komersial (CMA) yang sedang berlangsung yang ditujukan pada target bernilai tinggi untuk menipu mereka agar menyerahkan kunci pemulihan cadangan mereka.

Akhir bulan lalu, Tim Tanggap Darurat Komputer Ukraina (CERT-UA) mengaitkan aktor ancaman yang berpihak pada Belarusia yang dikenal sebagai UNC1151 (alias Ghostwriter dan UAC-0057) dengan kampanye spear-phishing yang menargetkan organisasi pemerintah menggunakan akun yang disusupi untuk mengirimkan pencuri informasi yang disebut OYSTERBLUES.

Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan alat dan strategi keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.

Baca sumber asli dari thehackernews. com