Spyware Android Asin Menargetkan Pengguna Arab melalui Berita Palsu, PDF, dan Aplikasi Peta Perang
Perusahaan keamanan siber Slovakia mengatakan bahwa mereka pertama kali mendeteksi penyebaran malware melalui beberapa kampanye pada awal tahun 2025, dengan setiap gelombang serangan memanfaatkan situs web berbeda yang…
Sumber: thehackernews. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan alat dan strategi keamanan siber. Pengguna berbahasa Arab telah menjadi target spyware Android baru dengan nama kode Asin, menurut temuan dari ESET.
Perusahaan keamanan siber Slovakia mengatakan bahwa mereka pertama kali mendeteksi penyebaran malware melalui beberapa kampanye pada awal tahun 2025, dengan setiap gelombang serangan memanfaatkan situs web berbeda yang meniru utilitas, pembaruan terkait perang, dan sumber berita pemerintah:
Perusahaan keamanan siber mencatat bahwa nama saluran Telegram kemungkinan besar terinspirasi oleh Live Universal Awareness Map (Liveuamap), sebuah platform sah dan terkenal yang didedikasikan untuk memetakan konflik yang sedang berlangsung, masalah hak asasi manusia, bencana alam, dan peristiwa geopolitik di seluruh dunia.
Beberapa artefak yang terkait dengan Asin telah diidentifikasi, termasuk satu yang diunggah ke VirusTotal dari Türkiye pada bulan Oktober 2025, sebuah APK yang diunduh dari domain "c-pdf[.]net" pada bulan Desember 2025 oleh pengguna pada perangkat Xiaomi Redmi Note 13 Pro yang menjalankan Android 15, dan sampel ketiga yang menyamar sebagai "Peta Pertahanan Suriah" terdeteksi pada perangkat Xiaomi Redmi Note 13 Pro+ 5G yang menjalankan Android 15 sekitar pertengahan Januari 2026.
Dalam kasus terakhir, APK dikatakan telah diunduh dari situs web bernama "syriadefensemap[.]com". Perlu dicatat bahwa pengguna diharuskan menginstal aplikasi secara manual dan memberinya izin yang diperlukan agar spyware dapat mencapai tujuannya.
Cluster aktivitas, menurut ESET, masih belum diatribusikan. Juga tidak diketahui apa tujuan utama dari kampanye ini. Namun, berdasarkan iming-iming yang digunakan, ada dugaan bahwa jurnalis dan peneliti OSINT di wilayah berbahasa Arab mungkin menjadi sasarannya.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan alat dan strategi keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.