Setiap Agen AI Adalah Identitas. Kebanyakan Organisasi Tidak Memperlakukan Mereka Seperti Itu
bleepingcomputer. com 20 Juni 2026 PT Shazfatech Digital Solution

Setiap Agen AI Adalah Identitas. Kebanyakan Organisasi Tidak Memperlakukan Mereka Seperti Itu

Selama bertahun-tahun, tim keamanan membangun program mereka berdasarkan premis sederhana yaitu jika Anda mengontrol identitas, Anda dapat mengontrol risiko. Karyawan mengautentikasi melalui penyedia identitas.

2 menit baca Security 1 kali dibaca

Sumber: bleepingcomputer. com

Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan keamanan siber. Kini, mereka mengambil informasi, memicu alur kerja, memperbarui catatan, menulis dan menerapkan kode, serta mengambil tindakan di berbagai sistem.

Selama bertahun-tahun, tim keamanan membangun program mereka berdasarkan premis sederhana yaitu jika Anda mengontrol identitas, Anda dapat mengontrol risiko. Karyawan mengautentikasi melalui penyedia identitas. Akun layanan menghubungkan sistem. Kunci API memungkinkan beban kerja berkomunikasi dengan layanan cloud dan database.

Agen AI memasuki perusahaan secara diam-diam, merangkum rapat, menyusun email, dan membantu karyawan menemukan informasi. Kebanyakan tim keamanan tidak berpikir keras tentang hal itu pada awalnya. Mereka tampak seperti alat produktivitas, karena memang itulah alatnya.

Kemudian, organisasi mulai menghubungkan mereka ke layanan bisnis penting seperti Salesforce, Snowflake, GitHub, Jira, database produksi, dan lingkungan cloud. Kini, mereka mengambil informasi, memicu alur kerja, memperbarui catatan, menulis dan menerapkan kode, serta mengambil tindakan di berbagai sistem.

Hal ini menjadikan agen AI lebih dari sekadar alat. Hal ini membuat mereka menjadi identitas dan sebagian besar perusahaan tidak memiliki model keamanan dan tata kelola untuk mereka.

Menurut survei CSA tahun 2026 yang kami lakukan di Token Security, 82% organisasi menemukan setidaknya satu agen AI yang dibuat tanpa sepengetahuan tim keamanan, TI, atau tata kelola dalam satu tahun terakhir, dan 41% menemukan hal ini terjadi berkali-kali.

Di sinilah pembicaraan mengenai keamanan menjadi menyimpang. Sebagian besar perhatian pada keamanan AI tertuju pada risiko model, seperti injeksi cepat, jailbreak, dan keluaran yang tidak aman. Meskipun hal-hal tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem AI agen, hal-hal tersebut tidak memberikan gambaran lengkap yang dibutuhkan oleh tim keamanan perusahaan. Bagian terpenting yang mereka perlukan harus menjawab apa yang sebenarnya bisa diakses oleh agen?

Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.

Baca sumber asli dari bleepingcomputer. com