Pemblokir Iklan Chrome dengan 10 Juta+ Pemasangan Ditemukan dengan Kemampuan Injeksi Skrip Tidak Aktif
thehackernews. com 26 Juni 2026 PT Shazfatech Digital Solution

Pemblokir Iklan Chrome dengan 10 Juta+ Pemasangan Ditemukan dengan Kemampuan Injeksi Skrip Tidak Aktif

Menurut Island, ekstensi tersebut, bernama Adblock untuk YouTube (ID: cmedhionkhpnakcndndgjdbohmhepckk), memiliki lebih dari 10 juta pemasangan dan membawa lencana Unggulan di Toko Web Chrome.

2 menit baca Tools Cyber Security 1 kali dibaca

Sumber: thehackernews. com

Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan alat dan strategi keamanan siber. Analisis terhadap ekstensi blok iklan Google Chrome yang populer untuk YouTube telah mengungkap kemampuan untuk mengeksekusi kode JavaScript arbitrer.

Menurut Island, ekstensi tersebut, bernama Adblock untuk YouTube (ID: cmedhionkhpnakcndndgjdbohmhepckk), memiliki lebih dari 10 juta pemasangan dan membawa lencana Unggulan di Toko Web Chrome.

Deskripsi ekstensi menyatakan bahwa ini memungkinkan pengguna untuk mencegah elemen halaman web seperti iklan, termasuk iklan preroll, agar tidak ditampilkan di platform berbagi video, serta di situs eksternal yang memuat YouTube. Meskipun add-on ini menawarkan fungsionalitas yang dijanjikan, add-on ini juga memiliki kemampuan untuk menjalankan kode JavaScript arbitrer.

Perlu ditekankan di sini bahwa tidak ada bukti muatan berbahaya telah didistribusikan kepada pengguna dengan cara ini, namun kehadiran kemampuan tersebut, ditambah dengan ikatan dengan ekstensi pemblokiran iklan lainnya yang telah dihapus dari etalase malware, meningkatkan risiko privasi dan keamanan, Island menambahkan.

Adblock untuk YouTube telah ada di Toko Web Chrome sejak tahun 2014, dimulai sebagai pemblokir iklan dasar YouTube sebelum mengubah kepemilikannya empat tahun kemudian. Iterasi awal ekstensi diketahui dikirimkan bersama kit pengembangan perangkat lunak (SDK) injeksi iklan bernama Unistream SDK, meskipun telah dihapus pada Juni 2024.

Secara khusus, ditemukan bahwa berbeda dengan namanya, ekstensi tersebut berjalan di setiap situs web yang dikunjungi pengguna di browser, sambil menambahkan tanda centang yang hanya aktif jika URL saat ini berisi "youtube. com". Namun, pada kenyataannya, pemeriksaan hanya memverifikasi apakah string yang terkait dengan "youtube. com" muncul di mana saja di URL, dan tidak memvalidasi nama host, asal bingkai, atau konteks pemutar yang disematkan.

Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan alat dan strategi keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.

Baca sumber asli dari thehackernews. com