Operasi INTERPOL Menghancurkan Platform Phishing Sniper Dz, Menangkap Administrator
Operasi yang dipimpin INTERPOL bulan lalu mengakibatkan gangguan pada Sniper Dz, platform phishing-as-a-service (PhaaS) yang telah berumur satu dekade, kata Group-IB pada hari Kamis.
Sumber: thehackernews. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan alat dan strategi keamanan siber. Operasi yang dipimpin INTERPOL bulan lalu mengakibatkan gangguan pada Sniper Dz, platform phishing-as-a-service (PhaaS) yang telah berumur satu dekade, kata Group-IB pada hari…
Operasi yang dipimpin INTERPOL bulan lalu mengakibatkan gangguan pada Sniper Dz, platform phishing-as-a-service (PhaaS) yang telah berumur satu dekade, kata Group-IB pada hari Kamis.
Upaya tersebut, yang diberi nama sandi Operasi Ramz, berlangsung antara Oktober 2025 dan Februari 2026, dan menyebabkan pihak berwenang dari 13 negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) melakukan 201 penangkapan.
Termasuk di antara mereka adalah Guedz, pengembang utama dan administrator Sniper Dz, sebuah layanan PhaaS yang dikatakan telah mengumpulkan lebih dari 45.000 catatan korban. Penangkapan dilakukan oleh Polisi Nasional Aljazair. Selama bertahun-tahun, platform ini berganti nama menjadi Joker Dz, Storm Dz, dan Spam Dz.
Sebagai bagian dari Operasi Ramz, situs web yang digunakan untuk menawarkan kemampuan PhaaS kepada penjahat dunia maya lainnya telah dihapus. Pihak berwenang juga menyita perangkat keras yang berisi perangkat lunak dan skrip phishing.
“Aktif setidaknya sejak tahun 2015, Sniper Dz berevolusi menjadi platform kriminal canggih yang menawarkan perangkat phishing siap pakai, infrastruktur hosting, dan dukungan operasional kepada penjahat dunia maya,” kata perusahaan keamanan siber yang berkantor pusat di Singapura.
Sniper Dz menjadi subjek analisis komprehensif oleh Palo Alto Networks Unit 42 pada bulan Oktober 2024, yang merinci penggunaan saluran Telegram oleh pelaku ancaman dengan lebih dari 7.300 pelanggan untuk berbagi video tutorial dan opsi yang disediakan untuk menghosting halaman phishing di infrastrukturnya sendiri di belakang server proxy.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan alat dan strategi keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.