Bug Proxy Squid Berusia 29 Tahun 'Squidbleed' Dapat Membocorkan Permintaan HTTP Cleartext
Tumpukan yang dibaca secara berlebihan di proksi web Squid dapat membocorkan permintaan HTTP teks jelas pengguna lain, termasuk kredensial atau token sesi apa pun yang dibawanya, kepada siapa pun yang telah diizinkan…
Sumber: thehackernews. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan alat dan strategi keamanan siber. Tumpukan yang dibaca secara berlebihan di proksi web Squid dapat membocorkan permintaan HTTP teks jelas pengguna lain, termasuk kredensial atau token sesi apa pun yang dibawanya…
Tumpukan yang dibaca secara berlebihan di proksi web Squid dapat membocorkan permintaan HTTP teks jelas pengguna lain, termasuk kredensial atau token sesi apa pun yang dibawanya, kepada siapa pun yang telah diizinkan untuk mengirimkan lalu lintas melalui proksi yang sama.
Bug ini berasal dari perubahan parsing FTP tahun 1997 dan masih ada dalam konfigurasi default Squid. Para peneliti di Calif. io mengungkapkannya pada bulan Juni dan menamakannya Squidbleed (CVE-2026-47729), diambil dari nama Heartbleed, yang membocorkan memori dengan cara yang sama.
Squid menggambarkan ini sebagai serangan oleh klien tepercaya: seseorang sudah diizinkan menggunakan proxy, bukan host acak mana pun di internet. Itu cocok dengan rumah Squid yang biasa, jaringan bersama seperti sekolah, kantor, dan Wi-Fi publik. Dalam pengaturan tersebut, penyerang hanyalah pengguna lain dari proxy yang sama.
Bocorannya juga hanya menjangkau trafik yang bisa dibaca Squid. HTTPS normal menggunakan terowongan CONNECT yang buram, jadi Squid tidak pernah melihat ke dalamnya; lalu lintas yang terekspos adalah HTTP teks-jelas, ditambah pengaturan penghentian TLS tempat Squid mendekripsi dan memeriksa.
Penyerang juga memerlukan proxy untuk menjangkau server FTP yang mereka kendalikan pada port 21. Baik FTP maupun port tersebut diaktifkan secara default.
Byte yang bocor adalah bagian yang berguna. Squid menggunakan kembali buffer memori yang telah dibebaskan tanpa menjadikannya nol, sehingga buffer 4KB yang baru-baru ini menampung permintaan HTTP korban masih menampung sebagian besar buffer tersebut. Baris FTP pendek hanya menimpa beberapa byte pertama; over-read mengembalikan sisanya.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan alat dan strategi keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.