AS menawarkan $10 juta untuk peretas yang menargetkan WhatsApp, pengguna Signal
Departemen Luar Negeri AS menawarkan hingga $10 juta untuk informasi yang membantu mengidentifikasi atau menemukan anggota kelompok peretas UNC5792 dan UNC4221, yang terkait dengan dinas intelijen dan militer Rusia.
Sumber: bleepingcomputer. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan keamanan siber. Departemen Luar Negeri AS menawarkan hingga $10 juta untuk informasi yang membantu mengidentifikasi atau menemukan anggota kelompok peretas UNC5792 dan UNC4221, yang terkait…
Departemen Luar Negeri AS menawarkan hingga $10 juta untuk informasi yang membantu mengidentifikasi atau menemukan anggota kelompok peretas UNC5792 dan UNC4221, yang terkait dengan dinas intelijen dan militer Rusia.
Hadiah tersebut merupakan bagian dari program ‘Rewards for Justice’ (RFJ), yang menargetkan aktor negara asing yang melakukan serangan siber terhadap infrastruktur penting AS.
“RFJ sedang mencari informasi tentang UNC5792, sebuah kelompok siber jahat yang terkait dengan Penjaga Perbatasan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), dan UNC4221, sebuah kelompok pelaku siber jahat yang bekerja atas nama dinas militer Rusia,” demikian bunyi pengumuman pemerintah AS.
“UNC5792 telah melakukan kampanye phishing yang meluas yang menargetkan akun Signal dan WhatsApp pejabat pemerintah AS, pimpinan militer, dan personel sekutu.”
Sasaran umum dari kegiatan ini adalah pejabat pemerintah AS dan NATO, pejabat diplomatik, pertahanan, dan intelijen, analis kebijakan, jurnalis yang meliput Rusia dan Ukraina, LSM yang mendukung Ukraina, serta peneliti keamanan dan urusan Rusia.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.