Apple meminta Mahkamah Agung Inggris untuk membatalkan keputusan paten senilai $502 juta dalam sengketa
9to5mac. com 30 Juni 2026 PT Shazfatech Digital Solution

Apple meminta Mahkamah Agung Inggris untuk membatalkan keputusan paten senilai $502 juta dalam sengketa

Sengketa paten Apple yang sudah berlangsung lama dengan Optis akan memasuki babak baru minggu ini, saat kasus tersebut sampai ke Mahkamah Agung Inggris. Berikut rinciannya.

2 menit baca OS Mac 1 kali dibaca

Sumber: 9to5mac. com

Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam ekosistem Apple dan macOS. Sengketa paten Apple yang sudah berlangsung lama dengan Optis akan memasuki babak baru minggu ini, saat kasus tersebut sampai ke Mahkamah Agung Inggris.

Sengketa paten Apple yang sudah berlangsung lama dengan Optis akan memasuki babak baru minggu ini, saat kasus tersebut sampai ke Mahkamah Agung Inggris. Berikut rinciannya.

Dalam proses terpisah di AS dan Inggris, Optis menuduh bahwa model iPhone, iPad, dan Apple Watch dengan dukungan LTE melanggar patennya.

Pada bulan Februari, Apple dibebaskan dari pelanggaran kelima paten yang dipermasalahkan, namun Optis mengatakan kepada 9to5Mac bahwa perusahaan tersebut menantikan peninjauan lebih lanjut atas putusan juri oleh Pengadilan Distrik AS dan Sirkuit Federal, yang berarti kasus tersebut mungkin belum selesai.

Mengenai perselisihan yang sedang terjadi, Financial Times melaporkan bahwa Apple kini meminta Mahkamah Agung Inggris untuk membatalkan keputusan yang mengharuskannya membayar Optis $502 juta untuk lisensi paten global.

Pada tahun 2023, Pengadilan Tinggi di London memutuskan bahwa Apple harus membayar $56 juta kepada Optis, namun Pengadilan Banding tahun lalu menaikkan tagihan pembuat iPhone tersebut sembilan kali lipat menjadi $502 juta. Pengadilan Banding sampai pada angka tersebut sebagian dengan menggunakan kesepakatan yang dibuat Optis dengan Google sebagai dasar. Perhitungan hakim juga mencakup royalti sejak tahun 2013, sedangkan Pengadilan Tinggi mengatakan batasan enam tahun harus diterapkan.

Oleh karena itu, Apple meminta Mahkamah Agung Inggris untuk meninjau jumlah dan metodologinya, dengan alasan bahwa Pengadilan Banding “melakukan kesalahan dalam hukum” dan bahwa pendekatan penilaiannya “sewenang-wenang”, menurut FT.

Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di ekosistem Apple dan macOS dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.

Baca sumber asli dari 9to5mac. com