Accenture mengonfirmasi pelanggaran setelah peretas menawarkan data curian untuk dijual
Raksasa layanan TI Accenture telah mengonfirmasi bahwa mereka mengalami pelanggaran keamanan setelah pelaku ancaman mengaku telah mencuri 35 GB kode sumber dan data lainnya dari perusahaan.
Sumber: bleepingcomputer. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan keamanan siber. Raksasa layanan TI Accenture telah mengonfirmasi bahwa mereka mengalami pelanggaran keamanan setelah pelaku ancaman mengaku telah mencuri 35 GB kode sumber dan data lainnya dari…
Raksasa layanan TI Accenture telah mengonfirmasi bahwa mereka mengalami pelanggaran keamanan setelah pelaku ancaman mengaku telah mencuri 35 GB kode sumber dan data lainnya dari perusahaan.
"Kami menyadari masalah yang terisolasi ini, dan kami telah memulihkan sumbernya. Tidak ada dampak terhadap operasional dan pemberian layanan Accenture," kata Accenture kepada BleepingComputer.
Pernyataan tersebut muncul setelah pelaku ancaman yang dikenal sebagai "888" mengklaim telah mencuri 35 GB data dari perusahaan tersebut pada bulan Juli dan mulai menawarkan data tersebut untuk dijual di forum kejahatan dunia maya.
“Pada Juli 2026, Accenture mengalami pelanggaran data yang mengakibatkan lebih dari 35 GB kode sumber dicuri dari perusahaan.”
Meskipun Accenture mengonfirmasi pelanggaran tersebut, perusahaan tersebut tidak mengomentari klaim pelaku ancaman mengenai jumlah atau jenis data yang mungkin telah diakses atau dieksfiltrasi.
Accenture juga mengalami pelanggaran data pada tahun 2021 setelah geng ransomware LockBit mencuri data dari sistemnya.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.