5 Praktik Terbaik untuk Verifikasi Identitas yang Aman
Tantangan bagi tim keamanan telah berkembang dari sekadar memverifikasi identitas menjadi memverifikasi identitas dengan aman tanpa menimbulkan gesekan bagi pengguna yang sah.
Sumber: bleepingcomputer. com
Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan penting dalam perkembangan keamanan siber. Berikut adalah lima praktik terbaik yang dapat digunakan organisasi untuk memperkuat verifikasi identitas dan membangun kontrol akses yang lebih tangguh di seluruh jaringan mereka.
Tantangan bagi tim keamanan telah berkembang dari sekadar memverifikasi identitas menjadi memverifikasi identitas dengan aman tanpa menimbulkan gesekan bagi pengguna yang sah. Proses orientasi yang lemah, ketergantungan yang berlebihan pada kredensial statis, dan kebijakan autentikasi yang tidak konsisten menciptakan peluang bagi penyerang untuk melakukan eksploitasi.
Memastikan verifikasi identitas seaman mungkin telah menjadi bagian inti dari ketahanan dunia maya modern. Berikut adalah lima praktik terbaik yang dapat digunakan organisasi untuk memperkuat verifikasi identitas dan membangun kontrol akses yang lebih tangguh di seluruh jaringan mereka.
Menurut panduan NIST, MFA paling kuat bila menggabungkan faktor-faktor dari kategori terpisah. Kata sandi yang dipasangkan dengan token perangkat keras atau aplikasi autentikator memberikan perlindungan yang jauh lebih kuat dibandingkan mengandalkan berbagai faktor berbasis pengetahuan seperti kata sandi dan pertanyaan keamanan. Namun, MFA tidak kebal terhadap eksploitasi, karena penerapan yang lebih lemah rentan terhadap serangan seperti pengeboman dan pertukaran SIM.
Helpdesk tetap menjadi target serangan rekayasa sosial karena mereka berada di persimpangan antara identitas, akses, dan permintaan pengguna yang mendesak. Penyerang menyamar sebagai karyawan untuk meyakinkan staf pendukung agar mendapatkan akses ke akun, biasanya melalui permintaan reset.
Solusi khusus seperti Specops Secure Service Desk menyematkan verifikasi identitas aman langsung ke alur kerja helpdesk, yang mengharuskan pengguna memverifikasi identitas mereka melalui metode autentikasi tepercaya sebelum pengaturan ulang kata sandi, perubahan MFA, atau tindakan sensitif lainnya dapat diselesaikan.
Khususnya untuk tindakan berisiko tinggi di meja layanan, Specops Verified ID menambahkan pemindaian dokumen pemerintah dan deteksi keaktifan biometrik ke alur kerja verifikasi identitas. Dengan lapisan pertahanan tambahan ini, organisasi dapat memitigasi risiko serangan peniruan identitas yang mengarah pada pengambilalihan akun.
Secara keseluruhan, perkembangan ini memberi gambaran tentang arah terbaru di perkembangan keamanan siber dan alasan mengapa topik ini tetap relevan untuk terus dipantau.